Saturday, March 18, 2006

Kita

Ketika bintang-bintang berkonstalasi dengan sempurna
Sang Adonis melindungi tanaman cinta di taman nirwana
Begitu rupawan dan perkasa
Hingga dengan kuatnya mendobrak dinding kesendirian
Menculik hatiku untuk disimpan di tamannya

Wahai Adonis tak bermarga, jadikan aku dalam ordomu!
Kita ikat rantai-rantai senyawa cinta hingga sempurna
Mulai saat ini hanya ada satu konstalasi
Kita..

*kiriman seorang sahabat*

Suatu Saat Pasti

Akhirnya..
Semua akan tiba pada suatu hari yang biasa
Pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui
Kabut tipis pun turun perlahan di lembah kasih

Kau dan aku tegak berdiri
Meresapi belaian angin yang menjadi dingin

Apakah engkau masih membelaiku semesra dahulu?

Ketika kudekap, kau dekaplah lebih mesra
Lebih dekat..
Kudengar debar jantungmu

Kita begitu berbeda dalam semua
Kecuali dalam cinta..

*persembahannya untukku*

Tuesday, March 14, 2006

Kala Mata pun Berkata

Aku melihatnya di keramaian..
Lagi..
Ya..
Ini bukan kali pertama..
Kumelihatnya..
Dua kali kami bersua..
Sekelebat..

Untuk kedua kalinya pula..
Kedua bola mata yang berbinar..
Menggelorakan asa..
Begitu indah..
Menyejukkan..
Sejenak kuterpana..
Melihat ciptaan-Nya..
Yang begitu sempurna..

Ku hanya terdiam..
Terpaku..
Begitu pun dirinya..
Tak sepatah kata pun meluncur..
Diantara kami..
Keheningan begitu indah untuk dinikmati..
Terlalu berharga tuk dilewatkan..
Kami berdua begitu menikmati..
Jarak yang membentang..

Hanya mata yang berbicara..
Melepas kerinduan..
Dahaga yang teramat sangat..

Tak perlu kata..
Tak perlu suara..
Kala mata sudah berbicara..
Hati pun kan mengerti..

"..i'm watching you watch over me..i've never seen..the greatest view like this.." (Silverchair - The Greatest View)

Sunday, March 12, 2006

Berbeda Jalur

Aku mendambakannya
Dia pun mendambakannya, lebih..

Aku memujanya
Dia pun memujanya, lebih..

Aku mencintainya
Dia pun mencintainya, lebih..

Aku menginginkannya
Dia pun menginginkannya, lebih..

Aku memintanya
Dia pun memintanya, lebih..

Aku memohon padanya
Dia pun memohon padanya, lebih..

Aku ditinggalnya
Dia pun ditinggalnya, lebih..

Aku tetap menyayanginya
Dia pun tetap menyayanginya, lebih..

Sayang..

Aku dan Dia..

Berada di jalur berbeda..

Monday, February 13, 2006

Akhirnya Menyerah

Sekian lama ku menunggumu
Akhirnya ku menyerah
Bukannya ku tak sayang
Bukannya ku tak cinta
Aku sudah terlalu lama memendam rasa

Tapi ternyata..

Kenyataannya tak seindah yang kubayangkan
Terlalu banyak kesempatan kulewatkan
Hanya 'tuk memberimu kesempatan
Tapi sayang, tak kau manfaatkan

Maafkan daku
Bukannya ku tak sayang
Bukannya ku tak cinta
Aku sudah tak tahan

Enyahlah kau
Jauh-jauh dariku
Tubuhmu tak selembut dahulu
Hatimu sudah membeku
Kau kini berbeda

Rendang sialan, dagingmu keras sekali
Ku 'kan beralih pada gado-gado saja
Akhirnya aku menyerah
Tuk menyantapmu

Friday, February 10, 2006

Bercinta dengan Isi Kepala

Mereka bilang bercinta itu enak
Indahnya menyentuh dan disentuh
Nikmatnya dipuji dan memuja

Tapi sayangnya..

Tak semua isi kepala sama
Tak selamanya bercinta itu nikmat
Tak selamanya dicinta itu nyaman
Tak selamanya cinta itu aman

Apa enaknya bercinta?

Kalau semua isi kepala tak sama
Kalau tak merasa nikmat bercinta
Bercinta saja dengan isi kepala sendiri